Arsitektur: Admin Panel Low-Cost, Scalable, dan Modern
3 min read

Arsitektur: Admin Panel Low-Cost, Scalable, dan Modern

Banyak tim engineering (terutama startup atau tim kecil) terjebak pada dua ekstrem saat membangun admin panel:

  • Terlalu sederhana → cepat jadi, tapi mahal dan tidak scalable
  • Terlalu over-engineered → bagus di atas kertas, tapi boros biaya dan kompleks

Artikel ini membahas sebuah arsitektur admin panel yang sangat hemat biaya, modern, dan tetap production-grade. Arsitektur ini memanfaatkan SPA di frontend, object storage + CDN untuk distribusi, serta backend API berbasis serverless container.

Sebelum masuk detail, berikut gambaran arsitektur secara text-based diagram:

Arsitektur: Admin Panel Low-Cost, Scalable, dan Modern

Arsitektur ini sengaja memisahkan:

  • Rendering UI (frontend)
  • API ringan (backend utama)
  • Proses berat (async / batch)

Dan di situlah efisiensi biaya benar-benar terasa.


Frontend Admin Panel sebagai SPA di Object Storage

Stack Frontend yang Digunakan

Frontend admin panel dibangun sebagai Single Page Application (SPA) dengan stack modern:

  • Vite → build cepat, output statis
  • React → UI declarative
  • React Router → routing client-side
  • MobX → state management yang sederhana dan reaktif
  • TanStack Query → server-state management, caching API
  • shadcn/ui → komponen UI konsisten dan ringan

Setelah build, hasilnya hanyalah:

  • HTML
  • CSS
  • JavaScript

Artinya:

Tidak ada server frontend sama sekali.

CI/CD ke S3

Pipeline sederhana:

  1. CI build SPA (npm run build)
  2. Upload hasil build ke S3 bucket
  3. Invalidate CloudFront cache

Keuntungan:

  • Tidak ada EC2 / VM
  • Tidak ada auto-scaling frontend
  • Tidak ada cost idle

Biaya frontend bisa ditekan sampai:

hanya storage + bandwidth CDN


Cloudflare + CloudFront: Double Layer yang Masuk Akal

Sekilas terlihat redundant, tapi ini strategi cost & security yang valid.

Peran Cloudflare

  • DNS
  • WAF
  • Rate limiting
  • Edge cache tambahan

Peran CloudFront

  • CDN native AWS
  • Optimized delivery ke S3
  • Integrasi IAM & Origin Access Control

Kenapa ini hemat?

  • Banyak request admin panel tidak pernah sampai ke S3
  • Asset statis sangat cache-friendly

Untuk admin panel (traffic rendah–menengah):

Biaya CloudFront hampir tidak terasa


Backend Admin Panel: Golang + Serverless Container

Kenapa Tidak VM atau Kubernetes?

Admin panel tidak butuh always-on heavy backend.

Karakteristik admin panel:

  • Traffic kecil
  • Akses terbatas
  • Spike hanya saat jam kerja

Maka backend paling ideal adalah:

  • Cloud Run (GCP) atau
  • AWS Fargate

Karakter Backend API

Backend Golang ini hanya melakukan:

  • Authentication & authorization
  • Validasi request
  • Query ringan ke database
  • Trigger async job

Tidak melakukan proses berat.

Keuntungan:

  • Scale to zero
  • Bayar per request / per second
  • Tidak perlu manage server

Kunci Utama Low Cost: Lempar Proses Berat ke Async

Ini bagian paling penting dari arsitektur ini.

Anti-Pattern yang Mahal

Banyak admin panel melakukan:

  • Export data besar secara sync
  • Generate report di API request
  • Recalculate data kompleks di endpoint

Akibatnya:

  • Container hidup lama
  • CPU tinggi
  • Cost meledak

Pola yang Benar

Gunakan pendekatan:

Admin Panel
   │
   │ Request
   ▼
Backend API (Ringan)
   │
   │ Publish Event / Queue
   ▼
Async Worker / Batch Service

Contoh implementasi:

  • API hanya enqueue job (Pub/Sub, SQS)
  • Worker terpisah mengerjakan proses berat
  • Hasil disimpan ke DB / Object Storage
  • Admin panel polling / subscribe status

Manfaat langsung:

  • Backend API tetap cepat
  • Serverless container hidup singkat
  • Biaya jauh lebih rendah

Kenapa Arsitektur Ini Sangat Hemat Biaya?

Mari ringkas komponen dan biayanya:

KomponenCost Karakteristik
SPA di S3Hampir gratis
CloudFrontMurah untuk static
CloudflareGratis / murah
Backend ServerlessBayar saat dipakai
Async WorkerAktif hanya saat perlu

Tidak ada:

  • VM idle
  • Load balancer mahal
  • Cluster Kubernetes

Ini arsitektur yang cost mengikuti aktivitas nyata, bukan asumsi traffic.


Cocok untuk Siapa?

Arsitektur ini sangat cocok untuk:

  • Startup early–mid stage
  • Internal admin panel
  • Multi-product admin
  • Tim kecil dengan skill backend kuat

Kurang cocok jika:

  • Admin panel butuh real-time heavy processing
  • Latency ultra-rendah untuk internal trading system

Penutup

Arsitektur admin panel ini membuktikan bahwa:

Sistem yang bagus tidak harus mahal.

Dengan memisahkan:

  • UI statis
  • API ringan
  • Proses berat async

kita mendapatkan sistem yang:

  • Hemat biaya
  • Mudah diskalakan
  • Mudah dirawat
  • Modern secara teknologi

Jika Anda ingin membangun admin panel yang waras secara engineering dan akuntansi, arsitektur ini adalah baseline yang sangat solid.