Arsitektur: Admin Panel Low-Cost, Scalable, dan Modern
Banyak tim engineering (terutama startup atau tim kecil) terjebak pada dua ekstrem saat membangun admin panel:
- Terlalu sederhana → cepat jadi, tapi mahal dan tidak scalable
- Terlalu over-engineered → bagus di atas kertas, tapi boros biaya dan kompleks
Artikel ini membahas sebuah arsitektur admin panel yang sangat hemat biaya, modern, dan tetap production-grade. Arsitektur ini memanfaatkan SPA di frontend, object storage + CDN untuk distribusi, serta backend API berbasis serverless container.
Sebelum masuk detail, berikut gambaran arsitektur secara text-based diagram:

Arsitektur ini sengaja memisahkan:
- Rendering UI (frontend)
- API ringan (backend utama)
- Proses berat (async / batch)
Dan di situlah efisiensi biaya benar-benar terasa.
Frontend Admin Panel sebagai SPA di Object Storage
Stack Frontend yang Digunakan
Frontend admin panel dibangun sebagai Single Page Application (SPA) dengan stack modern:
- Vite → build cepat, output statis
- React → UI declarative
- React Router → routing client-side
- MobX → state management yang sederhana dan reaktif
- TanStack Query → server-state management, caching API
- shadcn/ui → komponen UI konsisten dan ringan
Setelah build, hasilnya hanyalah:
- HTML
- CSS
- JavaScript
Artinya:
Tidak ada server frontend sama sekali.
CI/CD ke S3
Pipeline sederhana:
- CI build SPA (
npm run build) - Upload hasil build ke S3 bucket
- Invalidate CloudFront cache
Keuntungan:
- Tidak ada EC2 / VM
- Tidak ada auto-scaling frontend
- Tidak ada cost idle
Biaya frontend bisa ditekan sampai:
hanya storage + bandwidth CDN
Cloudflare + CloudFront: Double Layer yang Masuk Akal
Sekilas terlihat redundant, tapi ini strategi cost & security yang valid.
Peran Cloudflare
- DNS
- WAF
- Rate limiting
- Edge cache tambahan
Peran CloudFront
- CDN native AWS
- Optimized delivery ke S3
- Integrasi IAM & Origin Access Control
Kenapa ini hemat?
- Banyak request admin panel tidak pernah sampai ke S3
- Asset statis sangat cache-friendly
Untuk admin panel (traffic rendah–menengah):
Biaya CloudFront hampir tidak terasa
Backend Admin Panel: Golang + Serverless Container
Kenapa Tidak VM atau Kubernetes?
Admin panel tidak butuh always-on heavy backend.
Karakteristik admin panel:
- Traffic kecil
- Akses terbatas
- Spike hanya saat jam kerja
Maka backend paling ideal adalah:
- Cloud Run (GCP) atau
- AWS Fargate
Karakter Backend API
Backend Golang ini hanya melakukan:
- Authentication & authorization
- Validasi request
- Query ringan ke database
- Trigger async job
Tidak melakukan proses berat.
Keuntungan:
- Scale to zero
- Bayar per request / per second
- Tidak perlu manage server
Kunci Utama Low Cost: Lempar Proses Berat ke Async
Ini bagian paling penting dari arsitektur ini.
Anti-Pattern yang Mahal
Banyak admin panel melakukan:
- Export data besar secara sync
- Generate report di API request
- Recalculate data kompleks di endpoint
Akibatnya:
- Container hidup lama
- CPU tinggi
- Cost meledak
Pola yang Benar
Gunakan pendekatan:
Admin Panel
│
│ Request
▼
Backend API (Ringan)
│
│ Publish Event / Queue
▼
Async Worker / Batch Service
Contoh implementasi:
- API hanya enqueue job (Pub/Sub, SQS)
- Worker terpisah mengerjakan proses berat
- Hasil disimpan ke DB / Object Storage
- Admin panel polling / subscribe status
Manfaat langsung:
- Backend API tetap cepat
- Serverless container hidup singkat
- Biaya jauh lebih rendah
Kenapa Arsitektur Ini Sangat Hemat Biaya?
Mari ringkas komponen dan biayanya:
| Komponen | Cost Karakteristik |
|---|---|
| SPA di S3 | Hampir gratis |
| CloudFront | Murah untuk static |
| Cloudflare | Gratis / murah |
| Backend Serverless | Bayar saat dipakai |
| Async Worker | Aktif hanya saat perlu |
Tidak ada:
- VM idle
- Load balancer mahal
- Cluster Kubernetes
Ini arsitektur yang cost mengikuti aktivitas nyata, bukan asumsi traffic.
Cocok untuk Siapa?
Arsitektur ini sangat cocok untuk:
- Startup early–mid stage
- Internal admin panel
- Multi-product admin
- Tim kecil dengan skill backend kuat
Kurang cocok jika:
- Admin panel butuh real-time heavy processing
- Latency ultra-rendah untuk internal trading system
Penutup
Arsitektur admin panel ini membuktikan bahwa:
Sistem yang bagus tidak harus mahal.
Dengan memisahkan:
- UI statis
- API ringan
- Proses berat async
kita mendapatkan sistem yang:
- Hemat biaya
- Mudah diskalakan
- Mudah dirawat
- Modern secara teknologi
Jika Anda ingin membangun admin panel yang waras secara engineering dan akuntansi, arsitektur ini adalah baseline yang sangat solid.